Match Fixing Beda Dengan Match Betting ?

Match Fixing

Saat ini tengah marak di perbincangkan mengenai Match Fixing dan match Betting. Namun apa artinya kedua istilah tersebut, ini pasti menjadi pertanyaan besar bagi anda semua yang masih pemula. Mari kita simak penjelasan dari General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Menurut Ruddy, kedua istilah tersebut berbeda, “Betting merupakan bagian dari industri sedangkan Match Fixing adalah pertandingan yang sudah diatur hasilnya,”

Baca juga : BURONAN MENGAJAK POLISI TARUHAN

Match betting di dunia olah raga bukanlah merupakan sesuatu yang salah. Hal ini terbukti banyaknya perusahaan betting yang secara terang mendukung klub klub elite Eropa, menurut Ruddy.

“Ada Bwin yang menjadi sponsor Real Madrid dan AC Milan, selain itu terdapat juga perusahaan betting milik pengusaha Indonesua yang menjadi sponsor di salah satu klub luar negeri,” sambungnya.

“Menurut saya, ini masuk dalam kategori hiburan, dan mereka juga tidak ikut campur dalam teknis pertandingan. Saya dengar tidak hanya di sepakbola namun di tenis dan pacuan kuda juga ada bettingnya” ujar Ruddy.

Walaupun berbeda dengan match fixing, match betting tidak bisa dilakukan di Indonesia. Hal ini karena hukum yang berlaku di sini. “Indonesia saat ini belum waktunya,” ujar pria berusia 47 tahun tersebut.

Match Fixing di sepak bola Indonesia mencuat setelah salah satu program televisi membahasnya. Salah satu narasumber acara, Bambang Suryo yang merupakan mantan runner pengatur pertandingan menyebutkan jika para pengatur pertandingan masih bebas beraksi di sepak bola Indonesia.

Dia menyebutkan jika yang mengatur pertandingan adalah bandar judi di luar negeri. Hal ini pun menjadi topik hangat di kalangan netizen. Seperti yang kita ketahui jika saat ini, pihak kepolisian sedang menyelidiki PSSI karena kasus pengaturan skor.

Semoga saja, kasus ini menemukan titik terang, sehingga tanah air kita bisa terbebas dari pratik perjudian.